Wednesday, August 28, 2019

K-Drama: Fight For My Way (2017)



Judul :  Fight for my Way/Third-Rate my Way
Stasiun TV : KBS
Jumlah Episode : 16
Tanggal Tayang : 22 May - 11 Juli 2017

Fight for my way/Third-Rate My Way adalah salah satu drama tahun 2017 yang paling berkesan, inget banget awal nonton ini itu awal-awal ngerjain skripsi. Drama ini sukses buat perasaan naik turun dan gak henti-hentinya kagum sama yang buat script. It was a well written story.  Jarang ada drama Korea yang se-realistis ini, dari penggambaran karakternya sampai ke permasalahan-permasalahan yang ada ga jauh beda dengan permasalahan masyarakat pada umumnya. 
Karena sifatnya yang 'realistis' gak heran bakal ada banyak momen yang mungkin mirip dengan apa yang kita alami di dunia nyata dan itu adalah poin plus dari drama ini, karena penonton bisa langsung punya keterkaitan dengan karakter dalam drama. Scriptwritternya benar-benar sukses menggambarkan para karakter as humanly as possible, karena akan ada banyak fase dimana ketakutan, kekhawatiran dan kebahagiaan itu muncul dari suatu momen yang sederhana. 




THE STORY 

Drama ini bercerita mengenai mimpi, harapan, cinta dan persahabatan 4 sekawan, Ko Dong Man, Choi Ae Ra, Seul Hee dan Kim Joo Man yang tinggal di Nam Il villa. Dong Man, Ae Ra dan Seul Hee adalah sahabat sejak kecil, sedangkan Joo Man adalah sahabat Dong Man sejak SMA dan kekasih Seul Hee selama 7 tahun. Seperti judulnya, thrid rate my way keempat karakter utama cerita ini tengah menjalani kehidupan yang 'third rate' atau kehidupan yang jauh dari apa yang mereka dambakan. 

Dong Man adalah seorang mantan atlet taekwondo yang kini bekerja sebagai petugas pengusir rayap. Karena insiden beberapa tahun yang lalu, Dong Man terpaksa hengkang dari dunia taekwondo yang merupakan mimpi besarnya sejak kecil. Ae Ra adalah seorang gadis pemberani yang memiliki bakat sebagai seorang presenter, namun karena beberapa faktor mimpi tersebut perlahan mulai menjauh dan terkesan mustahil untuk mencapainya. Ae Ra kini bekerja sebagai salah satu customer service di sebuah pusat perbelanjaan. Seul Hee adalah seorang gadis lugu berhati besar yang sangat perhatian kepada para sahabatnya dan kekasihnya, sejak kecil ia hanya memiliki mimpi sederhana untuk menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik, namun kini ia bekerja sebagai sales call di sebuah perusahaan homeshopping. Dong Man adalah seorang pria yang memiliki mimpi besar, ia bekerja sebagai pembeli produk untuk sebuah perusahaan homeshopping, Ia selalu merahasiakan hubungannya dengan Seul Hee karena mereka bekerja di perusahaan yang sama. 




Terkadang kita merasa bahwa ada fase dalam hidup ini yang tidak adil, namun disitulah kita diuji dengan bagaimana cara kita menanggapi ketidakadilan tersebut, apakah dengan terus mengeluh dan menyalahkan takdir, atau dengan tetap optimis bahwa kesempatan yang lebih baik akan datang. Tidak akan ada kata terlambat untuk mengejar mimpi

Rating : 4/5

Monday, October 29, 2018

K-Movie : I Can Speak (2017)



Synopsis (Asianwiki)
Civil Servant Park Min-Jae (Lee Je-Hoon) gets transferred to a new district in Seoul. He is a young man of principle and diligent at his job. At his new ward office, Park Min-Jae gets inundated with civil complaints by grumpy, elderly resident Na Ok-Boom (Na Moon-Hee). He tries to appease her as best as he can. Meanwhile, Na Ok-Boom practices English when she's not working at her tailor shop or filing complaints at the local ward office. When she realizes Park Min-Jae can speak English almost fluently, she asks him to teach her to speak English. She has her reasons why she wants to speaks English.





Review:

I Can Speak adalah sebuah film yang mengisahkan seorang nenek 'cerewet' yang gigih untuk belajar dan mengerti bahasa inggris, dan seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang dibujuk oleh sang nenek untuk menjadi guru bahasa inggrisnya. Sebuah kombinasi yang menarik, terutama di dunia perfileman Korea Selatan. Ber-setting di tahun 2007, cerita dibuka dengan pengenalan masing-masing karakter, nenek Na Ok-bom (Na Mon Hee) adalah seorang nenek-nenek sibuk yang sering membuat keluhan di kantor pemerintahan lokal, meskipun nenek Ok-bom cerewet dan sangat tegas ia yang sangat peduli kepada lingkungan sekitarnya. Kemudian Park Min Jae (Lee Je Hoon), seorang PNS pintar dan selalu berkata terus terang dan apa adanya, dan hubungan mereka berdua mulai dekat ketika Park Min Jae setuju untuk menjadi tutor bahasa Inggris nenek Ok-Bom. Menjadi daya tarik sendiri bagaimana dua orang dari generasi yang berbeda dengan sifat yang bertolak belakang dapat terbuka satu sama lain dan saling membantu. 


Secara keseluruhan, film ini cukup ringan dan mudah dipahami. Karena secara garis besar film ini bercerita mengenai bagaimana nenek Ok-bom belajar dan mengerti bahasa inggris dengan Park Min Jae sebagai tutornya, maka klimaks dari film ini mengungkap alasan mengapa sang nenek begitu gigih ingin belajar bahasa inggris, dan menurut aku pribadi cukup tak terduga. Penjelasan mengenai kenapa sikap nenek Ok-bom begitu cerewet dan terkesan selalu ikut campur urusan orang lain juga cukup masuk akal. Hanya saja menurut aku pribadi ada sedikit plot hole dan timeline yang kurang pas di akhir-akhir film, namun masih bisa ditoleransi karena tidak mengganggu cerita secara keseluruhan. 

Untuk akting dari kedua karakter utama sudah tidak dipertanyakan. Na Mon Hee sebagai veteran aktris dapat mendalami perannya dengan baik, begitu pula Lee Je Hoon. Yang membuat aku pribadi kagum adalah, english dari keduanya terutama aksen dari Lee Je Hoon. Banyak adegan dimana kedua aktor ini harus menggunakan bahasa Inggris, dan keduanya memiliki pelafalan yang baik dan jelas. Aksen dari Lee Je Hoon perlu diacungi dua jempol, karena bagi aktor Korea Selatan dengan latar belakang yang tidak pernah sekolah ataupun tinggal di english native country, Lee Je Hoon memiliki aksen yang jauh dari aksen orang Korea pada umumnya. Benar-benar terbayar kerja kerasnya latihan berbahasa inggris untuk film ini. 


Rating : 3/5


Sunday, March 11, 2018

K-Movie : Along with the Gods: The Two Worlds (2017)

(Along with Gods poster, source asianwiki)


Synopsis (Asianwiki)
Following a person's a death, an Angel of Death escorts the deceased to the afterworld. There, the deceased person has 7 trials over a period of 49 days. At that time, the Angel of Death, who are not supposed to get involved in human affairs, unavoidably take part in human affairs.
Gang Rim (Ha Jung-Woo) is the leader of the angel of deaths. He has an affection for humans. Kim Ja-Hong (Cha Tae-Hyun) receives his trial in the afterlife.

Review: 

Along with the Gods : The Two Worlds merupakan film adaptasi dari komik dengan judul yang sama yang mengangkat tema kehidupan dunia, kehidupan alam baka dan para dewa versi Korea. Meskipun cerita bergenri fantasi dan murni fiksi belaka, namun beberapa adegan dalam film/webtoon yang menjelaskan mengenai rekarnasi, berbagai pengadilan di akhirat diambil langsung dari kitab buddha. Secara keseluruhan, film ini memang patut menyandang gelar sebagai film ke-2 dengan penonton terbanyak di Korea Selatan, yaitu sebanyak 14.259.394 penonton.

Dari segi cerita memang sangat menarik, mereka menggabungkan action dan fantasy dalam satu genre, dengan teknik pengambilan gambar dan CGI yang cukup baik untuk film Korea. Satu kata buat film ini 'KEREN', setelah nonton film ini emosi bakal tercampur aduk, dari kagum, sedih, ketawa, gugup sampai takjub, semuanya jadi satu. Film ini banyak membahas tentang dosa, pengampunan, penyesalan, pahala, serta hukuman yang diterima manusia di alam baka yang bisa dibilang cukup berat dari segi cerita tapi kita masih bisa menikmati film karena juga ada humor-humor menarik yang disisipkan di sepanjang film tipikal film Korea pada umumnya dan tidak ketinggalan scene action dari dua malaikat maut tampan, Ha Jung Woo dan Ju Ji Hoon yang makin membuat film ini lebih berwarna.

Cerita bermula ketika Kim Jae Hong (Cha Tae Hyun) yang merupakan seorang pemadam kebakaran yang meninggal tiba-tiba setelah menyelamatkan seorang gadis kecil di tengah hiruk-pikuk kejadian kebakaran, karena kehidupannya yang tampak lurus-lurus saja maka Kim Jae Hong menjadi arwah suri teladan dan memiliki kesempatan untuk berekarnasi jika ia sukses melewati 7 pengadilan di alam baka dalam kurun waktu 49 hari. Disini Kim Jae Hong ditemani oleh 3 malaikat maut, Ha Won Maek (Ju Ji Hoon), Duk Choon (Kim Hyang Gi) dan Gang Rim (Ha Jung Woo) yang juga merupakan pemimpin dari grup kecil ini. Tugas para malaikat maut ini adalah mengantarkan dan membela Kim Jae Hong di seluruh pengadilan agar dapat berekarnasi. Pastinya selama perjalanan panjang menuju rekarnasi, ada hal-hal yang tak terduga dan beberapa plot twist yang tidak terduga. Selain memperlihatkan kehidupan alam baka, beberapa adegan juga memperlihatkan apa yang tengah terjadi di dunia, bagaimana kehidupan Kim Jae Hong sebelumnya  yang dapat mempengaruhi keputusan pengadilan di alam baka dan bagaimana dengan orang-orang yang ditinggalkan Kim Jae Hong menyikapi kematiannya.

(Along with Gods cast High Cut photoshoot, source soompi)

Selain dari cerita yang menarik, para aktor pemain utama maupun para pemain pendukung merupakan aktor-aktor papan atas Korea dan menjadi daya tarik tersendiri bagi film ini. Star stud casts, menjadi salah satu faktor yang membuat film ini ditunggu-tunggu di Korea, karena kualitas akting para pemain tidak dapat diragukan, meskipun beberapa karakter hanya muncul untuk waktu yang singkat, tapi semua karakter meninggalkan kesan yang kuat. Hampir seluruh film memiliki latar belakang alam baka, maka dari itu peran CGI (Computer Generated Imagery) sangat besar dalam membuat film semakin menarik, dan menurtutku sendiri versi film Korea CGI film ini patut diacungi jempol meskipun belum semulus CGI di film-film besar Hollywood seperti The Avengers. Overall, film ini layak disebut sebagai salah satu film Korea terbaik ditahun 2017.

Film ini dibagi menjadi 2 part, dan menurut berita di berbagai sumber Part 2 sedang menjalani proses edit dan akan tayang di akhir tahun 2018 dengan cast yang serupa minus Cha Tae Hyun karena dalam film pertama cerita karakter Kim Jae Hong telah berakhir.



Rating : 4.5


Tuesday, January 30, 2018

K-Drama: Prison Playbook (2017)





Salah satu channel favorit para pecinta drama Korea, tvN, kembali dengan drama legendaris akhir tahun yang di sutradarai oleh our favorite 'reply series' PD. Yuppp... Kayaknya setiap akhir tahun tvN selalu punya drama yang WOW banget dari tahun 2015 (Reply 1988), tahun 2016 (Goblin) dan tahun 2017 (Prison Playbook).

Dengan teknik pengambilan gambar yang khas 'Reply' serta genre Black Comedy dan tema yang benar-benar baru dalam drama Korea, Prison Playbook patut jadi drama yang ditunggu-tunggu. Meskipun castnya bisa dibilang bukan deretan top star (gak kaya dramanya Kim Eun Seok Writter-nim yang rata2 pake Ahjushi rasa Oppa), tapi dibawah arahan Shin Won Ho PD-nim, semua aktor layak dikasih standing ovation, aka Keren! Buat para fans 'Reply' series, pasti bakalan menemukan beberapa kesamaan antara drama ini terutama sifat karakter utama yang kayak gabungan dari sifat-sifat karakter utama cowok di Reply series (Yoon Jae, Trash, Chil Bong, Taek, Jung Pal) , ke cast yang gak cukup diitung pakai dua tangan, sampai ke cara dia nyajiin jokes sampai ke 'detail'an clue buat nyampain plot cerita kedepannya.  Buat gue pribadi, nonton drama ini kaya nonton film layar lebar, selain yang durasinya super lama buat drama (1h20m!), filter gambarnya (aduh, apalah itu namanya) juga kaya di film layar lebar, dan tentunya ceritanya dong yang bikin betah nonton hampir dua jam setiap episode. 



Ngomongin soal cerita, gue salut banget sama writter-nim drama ini, yang kepikiran untuk bikin drama yang bertema kehidupan penjara, yang kayaknya belum pernah dipake di drama Korea, kalau K-Movie beberapa udah pake tema kehidupan penjara, salah satunya Miracle in Cell no.7 yang juga keren bangett. Karena latar belakang cerita seputar kehidupan penjara laki-laki, jadi hampir seluruh pemeran di drama ini di dominasi oleh para kaum adam, maka dari itu keharidan Krystal dan Im Hwa Young menghiasi layar kaca yang terlalu banyak hormon testosteron *apasih*.

Cerita di drama ini bermula dari Kim Je Hyuk (Park Hae Soo) seorang atlet baseball professional yang tiba-tiba harus mendekam di penjara karena memukul tersangka yang hendak pertindak asusila kepada adiknya *bahasanya gue buat halus*, singkat cerita kehidupan Kim Je Hyuk berubah 180 derajat dalam semalam. Seluruh drama berkisah tentang bagaimana Kim Je Hyuk menyesuaikan diri, bertahan dan menjalani hari-harinya dalam penjara dalam 1 tahun kedepan. Selain Kim Je Hyuk, kita juga bakalan ngeliat banyak aktor pendukung yang datang dan pergi selama berjalannya drama. Karena ini tentang penjara, jadi wajar kalau karakter yang kita liat banyak banget selain itu setiap karakter punya porsi masing-masing, jadi jangan heran kalau misal liat karakter yang cuman ditampilin  sebentar terus ilang, atau cellmatenya Je Hyuk yang silih berganti. Intinya kita gak bakal liat karakter yang terus muncul dari awal hingga akhir episode kecuali Kim Je Hyuk dan sipir penjara ganteng  kita Lee Jun Ho (Jung Kyung Ho), yang jadi dua karakter utama.



Kita liat banyak banget karakter sliweran sepanjang drama, tiap karakter punya cerita yang menarik yang bikin drama ini lebih berwarna dan lebih berfaedah. Dan yang paling banget gue suka adalah bromance antar karakter, apalagi para anggota cell 2-6 (cellnya Je Hyuk episode 3 keatas) yang makin hari makin klop, sampe-sampe gue sendiri bingung mau ngeshipin siapa sama siapa, saking banyaknya bromance di drama ini.  
Eits, tapi tenang aja, kan ada dua aktris yang main drama ini, yang berarti bakalan ada juga love line yang bikin drama ini makin asik. Tapi menurut gue love line di drama ini hanya sekedar pemanis, kaya cherry on top lah, karena gak begitu berpengaruh banget ke jalan cerita. Tapi lumayan lah, jadi hiburan dan akhirnya liat karakter cewe juga. 

Salah satu karakter yang paling banget berkesan menurut gue itu Hae Rong aka Yoo Han Yang (Lee Kyu Hyung). Drug addict yang suka cari gara-gara sama semua orang *but in a funny way*, bener-bener kayak bocah kesepian, tapi justru scene dialah yang gue tunggu-tunggu tiap episode. Scene stealler banget lah pokoknya. Kesannya dia teler setiap waktu gara-gara kecanduan, dan kalo ngomong suka seenaknya aja, tapi kadang-kadang Hae Rong bisa jadi orang paling bijak di cell 2-6 meskipun ngomong dengan suara tinggi kayak cewe.



Yang bagus banget dari drama ini adalah, gimana cara si PD-nim mengemas cerita ini serealistis mungkin. Masuk penjara bagi sebagian besar orang ada titik terendah dalam hidup mereka, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, tapi setiap orang juga punya cara masing-masing untuk menanggapi kesalahan mereka. Selain itu, gue seneng gimana PD-nim bisa menggambarkan kehidupan dalam penjara sereliatis mungkin, gak ada karakter yang bener2 jadi protagonis yang bener-bener baik, karena setiap orang disini pasti berbuat salah (ya iyalah, makanya di penjara).  Dalam satu episode gue bisa nangis, ketawa, serius sampe kadang kagum sama kelakuan orang-orang di sini. Pokoknya the best lah drama ini, worth to watch.











Rating : 5/5




Saturday, January 7, 2017

K-Drama: Goblin,The Lonely and Great God (2016)


Genre : Romantic Comedy, Fantasy
Stasiun Tayang : tvN
Jumlah episode : 16
Cast : Gong Yoo, Lee Dong Wook, Kim Go Eun, Yoo In Na, Yook Seung Jae



tvN kembali dengan drama yang fenomenal yang tayang perdana pada akhir tahun 2016, dengan plot yang menarik, nama-nama besar seperti Gong Yoo (Train to Busan, Coffee Prince), Lee Dong Wook (Bubble Gum, Hotel King), Kim Go Eun (Cheese in Trap, Coin Locker Girl), Yoo In Na (My Love from the Star, One more happy Ending) dan Yook Seung Jae (School 2015, Village Secret) sebagai pemain dan penulis naskah Kim Eun Seok yang dikenal telah melahirkan beberapa drama korea hits (Secret Garden, Gentleman Dignity, Descendant of the Sun) tentunya drama satu ini yang berjudul Goblin punya presentase sukses yang menjanjikan. Terbukti dari banyaknya positive review dan rating yang tinggi dari drama yang sudah tayang setengah jalan ini. Popularitas baik bagi para pemain dan drama ini sendiri dibilang menakjubkan, banyak orang yang terhanyut dalam cerita Goblin (termaksud aku) dan peran para pemainnya sehingga hampir setiap minggu menunggu datangnya hari jum'at dan sabtu karena hari tersebut merupakan hari tayang episode terbaru dari Goblin. enough rambling, let's talk about the drama. 



Berkisah mengenai seorang Goblin (Gong Yoo) yang 'dikutuk' dan hidup selama 900 tahun, kehidupan panjanganya hanya bisa berakhir jika ia menemukan pengantin wanitanya yang bisa mencabut pedang yang tertusuk di dadanya. 






Sebenarnya inti dari drama ini hanya itu aja, tapi dengan imajinasi sang penulis yang luar biasa, banyak hal yang membuat drama ini unik, addicting serta menghibur. lebih menghidupkan drama dan jalan cerita drama ini. Sosok goblin disini bukan seperti goblin yang dikenal dalam budaya barat, yaitu memilki rupa yang buruk, bertubuh kecil dan memiliki sifat yang jahat. Dalam budaya Korea, goblin (도깨비) merupakan seorang 'dewa' pembantu manusia, lebih mirip dengan fairy godmother. Oleh karena itu dalam drama ini sering ditunjukan karakter Goblin membantu mengubah kehidupan banyak orang.






Dalam kehidupan panjanganya, Goblin ditemani oleh pelayan setianya dari Yoo's family karena mereka hanyalah manusia biasa, maka tanggung jawab melayani Goblin diwariskan secara turun-temurun kepada keturunan laki-laki dari keluarga Yoo. Pada tahun 2016, Presdir Yoo dan cucu laki-lakinya Yoo Deok Hwa adalah generasi yang tengah melayani sang Goblin. Karena ulah Deok Hwa, Goblin dan Grim Reaper akhirnya tinggal dalam satu atap. Grim Reaper atau malaikat maut (Lee Dong Wook) adalah seorang manusia yang melakukan dosa besar pada kehidupannya yang dahulu dan para dewa menjadikannya seorang Grim Reaper untuk menebus dosa-dosa tersebut, namun  Grim Reaper tidak memilki ingatan akan kehidupan lalunya. Meskipun terlihat dingin, Grim Reaper punya hati yang hangat apalagi saat ia bertemu dengan Sunny.




Ji Eun Tak (Kim Go Eun) adalah seorang siswa senior SMA berumur 19 tahun, ia merupakan pengantin wanita dari Goblin. Meskipun ia kehilangan ibunya sejak umur 9 tahun dan tinggal bersama bibi dan sepupu-sepupunya yang memperlakukannya dengan buruk, Eun Tak memilki sifat yang ceria dan positif, hal tersebut yang membuat Goblin nantinya jatuh cinta pada Eun Tak dan mulailah kisah cinta tragis antara manusia dan Goblin dimana Goblin hanya bisa mati jika ia menemukan cintanya. 


Ji EunTak bekerja paruh waktu disebuah restaurant ayam milik wanita cantik bernama Sunny, yang nantinya akan menjadi cinta pertama bagi Grim Reaper. Singkat cerita, kisah cinta Grim Reaper dan Sunny yang tak kalah seru dengan Goblin-Ji Eun Tak pun memilki bagian yang cukup penting dalam drama ini, bukan hanya itu tapi kehidupan masa lalu Sunny menjawab banyak missing plot dalam cerita sehingga karakter Sunny bukan hanya sekedar menjadi 'second lead character' atau pemanis dalam cerita.





Bromance antara Goblin dan Grim Reaper menjadi salah satu adegan yang paling dinanti di setiap episode, meskipun memiliki dua sifat yang jauh berbeda, hubungan antara Goblin dan Grim Reaper terbilang unik, awalnya mereka saling membenci namun seiring berjalannya waktu secara tidak sadar ternyata dua mahluk ini memilki banyak persamaan dan akhirnya hubungan sampai pada titik dimana mereka peduli pada satu sama lain, intinya setiap mereka berinteraksi pasti bikin ketawa. *they love-hate relationship are adorable*. They indeed have the best bromance in Korean Drama!





Meskipun usia Gong Yoo dan Kim Go Eun terpatut jauh (12 tahun), tapi tidak menyurutkan chemistry mereka berdua dalam memainkan peran Goblin and the Bride, banyak juga yang mengkritik bahwa hubungan seperti itu nyaris mustahil di dunia nyata, umur mereka terlalu jauh (umur asli maupun umur sang karakter tersebut) namun tiap lihat scene Goblin dan Ji EunTak bedua selalu membuat penonton tersenyum karena mereka berhasil membuat scene romantis tersebut menjadi terlihat alami.





Lain lagi dengan Grim Reaper dan Sunny, sifat mereka yang dibilang bertolak belakang dan ditambah dengan rahasia masa lalu membuat hubungan GR (Grim Reaper) dan Sunny tidak kalah menarik dari hubungan main couple di drama ini. Kalau hubungan Goblin dan Ji EunTak ditentukan oleh destiny, maka hubungan antara Grim Reaper dan Sunny berkaitan dengan masa lalu atau kehidupan mereka sebelumnya yang sedikit demi sedikit terungkap sepanjang berjalannya drama dan yang pasti menjadi salah satu faktor menarik dari drama.





Deok Hwa, awalnya aku pikir ia hanya karakter tambahan pemecah suasana yang getir. Ternyata, terlebih dari sifat manja dan kekanak-kanakannya karakter Deok Hwa punya keunikan tersendiri dan peran penting. Dia seringkali menjadi jembatan antara hubungan keempat karakter utama dan sayangnya tak ada love line yang di fokuskan untuk Deok Hwa di drama ini.





Selain dari karakter dan plotnya yang unik, drama ini memilki genre fantasy dan juga romantic comedy yang menurutku sama-sama punya andil menghidupkan drama ini. Semuanya balance, dan tidak terkesan memaksakan, jadi dalam episode kita melulu membahas hal-hal berat dan serius, seringkali sang writter-nim  menyelipkan adegan-adegan konyol yang membuat penonton tertawa tanpa harus merusak alur cerita. Dan juga selain visual para aktor-aktor utama, cinematography di drama ini patut diacungi jempol, ada beberapa scene yang mereka ambil di Quebec, Canada dan itu benar-benar breathtaking. Sang director dan cameramen sukses mengambil segala keindahan dari latar belakang dalam kamera. Buat aku pribadi, setiap episode punya best momentnya.








 Image credit to owner


Wednesday, October 19, 2016

K-Drama: Age of Youth (2016)




Genre : Young Adult
Stasiun Tayang : JTBC
Jumlah episode : 12
Cast : Han Ye Ri, Han Seung Yoen, Park Eun Bin, Ryu Hwa Young, Park Hye Soo


Drama yang belum lama tamat ini bercerita tentang 5 mahasiswi yang tinggal dalam satu rumah, (kalau di Indonesia biasa disebut kos-kos an) dengan sifat dan kebiasan mereka yang beragam, membuat cerita kehidupan mereka dalam boarding house (Belle Epoque) tersebut lebih unik dan berwarna. 



Yoon Jin Myung, yang tertua diantara kelimanya adalah mahasiswi yang tekun baginya tidak ada waktu untuk bersantai, berbagai pekerjaan paruh waktu ia kerjaan untuk memenuhi kebutuhan finasialnya. Ye Eun adalah seorang gadis yang periang dan sangat setia dengan kekasihnya. Jiwon adalah gadis outgoing yang pandai bergaul, punya kepribadian yang ceria, namun terkadang sangat putus asa akan masalah cinta. Kang Yi Na punya paras cantik dan tubuh yang indah, ia senang menjalani hidup dengan mudah. Yoo Eun Jae merupakan anggota termuda yang tinggal dalam Belle Epoque, anak baru yang lugu dan pemalu. 

Cerita mengenai cinta, persahabatan, dan lika-liku kehidupan pada masa muda dikemas apik dalam drama ini. Setiap anggota boarding house Belle Epoque punya permasalahan dan masa lalu yang  berbeda-beda. Kalau dibilang permasalahan dan inti cerita dari drama ini simple, engga juga sih.. Karena beberapa permasalahan yang dihadapi Yoon sunbae*, Kang eonnie** sama dan Eun Jae bisa dibilang lebih rumit dari masalah-masalah pada umumnya. Tapi cerita persahabatan mereka unik, gimana 5 individu bisa saling kompak meskipun punya sifat yang sangat berbeda, terlebih pada event-event tertentu yang memperlihatkan dengan jelas seberapa dekat pertemanan mereka. Potret dari kehidupan mereka di Belle Epoque sehari-hari punya daya tarik tersendiri karena lebih dekat kepada nyatanya bagaimana sih kehidupan mahasiswa sehari-hari. 


Yang unik, beda dari drama-drama lainnya setiap akhir episode selalu ada epilogue yang menayangkan sesi 'wawancara' dari setiap karakter mengenai tanggapan mereka akan cerita atau konflik yang terjadi pada episode tersebut tapi tentu wawancara tersebut telah diatur karena setiap pemain masih dalam karakter di drama tersebut. 

Buat aku sendiri kekurangan dari drama ini adalah jumlah episode yang hanya 12, terbilang sangat sedikit. Karena konflik-konflik yang ada di drama di tutup dengan kesan yang agak memaksakan dan kurang detil. Mungkin jika drama di perpanjang menjadi 16 episode, akhir dari drama bisa lebih mulus dan rapi. 



I'm going to miss those girls and their lovely house, Belle Epoque. 






We are basically strangers who are sharing the same living space so there’s bound to be a couple of things with each other that we won’t like.
Age Of Youth




Rating: 3.5/5